04162014Headline:
Log In | Register

Milinka Radisic, A Female DJ, A Proud Mom

How does one juggle the role of a famous female DJ and a mom?

Saya yakin banyak yang sudah mengenal Milinka Radisic, seorang female DJ. Milinka, berdarah Serbia, juga seorang mama dari gadis kecil yang cantik bernama Venka (7). Yuk, simak obrolan Moms Guide Indonesia dengan Milinka dan Venka tentang karir, mommyhood dan mimpinya. Bold, smart with a great business sense, she likes to describe herself as a funky Mom.

Awal tertarik menjadi DJ?

Dulu saya sempat mencoba berbagai profesi. Mulai stockbroker sampai di advertising. Tapi saya jenuh bekerja office hour. Saat bekerja untuk sebuah perusahaan desain, saya melihat DVD Paul van Dyke dan sangat tertarik. Kebetulan saya suka traveling, dan mempelajari budaya orang lain. Akhirnya, saya mulai belajar dari seorang rekan DJ selama 3 bulan di tahun 2006 dan memberanikan diri untuk tampil. Saya juga berbenah penampilan. Sebelumnya tomboy, cuek,  – jadi harus belajar dandan.

Challenge sebagai Female DJ?

Jadi DJ harus inovatif. Saya harus memahami body language orang dan melihat crowd. Saat mereka tampak sudah mulai
bosan, harus ganti lagu. Di sini, DJ perempuan masih sering di-underestimate. Dan masih terus berjuang agar profesi DJ ini diakui. Bersyukur banget sudah sempat main di depan menteri. Produk-produk seperti telco, apparel, bank, fashion bahkan consumer goods juga makin sering menggunakan jasa DJ.

Saya harus terus menjaga kualitas. Kalau sekadar modal penampilan, 1 tahun karir saya selesai. Dikenal orang itu soal mudah, mempertahankannya yang susah. Jadi dalam setahun, saya berusaha menciptakan banyak sekali mix. Saya membuat lagu, membuat konser dan event sendiri, juga berusaha selalu jadi yang pertama membawakannya.

Prestasi yang paling dibanggakan?
Akhirnya punya DJ management sendiri, rulerekordz. Anggotanya dari Aceh, Bali, Palembang,, sampai ke Jerman. Saya juga senang karena bisa go international. Sejak tahun 2008, tiap summer saya main di London, festival terbesar di Swiss dan Belanda.

Januari ini saya akan berangkat lagi ke Eropa Timur. Ini pertama kalinya saya pergi ke sana, menjenguk tanah kelahiran almarhum ayah.  Sejauh ini saya sudah diwawancarai oleh televisi dan majalah entertainment Serbia mengenai rencana main di sana. Kedutaan Besar Serbia dan Indonesia mendukung trip ini.  Rencananya suatu saat saya juga akan membawa
Venka.

Kabarnya juga aktif di kegiatan sosial?

Terinspirasi Mother Teresa, saya punya gerakan Milinka Love Movement. Tanggal 22 Desember lalu, kami mengadakan event di sebuah club di Kemang yang hasilnya disumbangkan ke anak-anak bimbingan belajar Pasar Senen. Venka sering bertanya, mengapa saya tak mau memberi uang pada anak-anak di pinggir jalan. Saya jelaskan, itu cara yang salah. Salurkan bantuan ke shelter yang tepat.

Slogan Milinka Love Movement adalah Love Yourself, Love Your Family and Love Your Life. Kami punya program anti
AIDS dan menyatukan ras, yang digarap bersama Jockey Saputra dan Max Don. Music is supposed to gather people!

Sebagai DJ, paling senang saat…

Diapresiasi. Tak mudah datang sebagai DJ jauh-jauh ke Eropa dari Indonesia. Terkadang, ada saja yang meremehkan. Tapi yang penting, saya bertekad membawa nama negara dan main dengan profesional. Senangnya, begitu sudah selesai main, mereka menghampiri dan menunjukkan apresiasi.

Ada pengalaman kurang menyenangkan?

Banyak yang tidak memahami pekerjaan seorang DJ. Sebagian orang berkomentar di fanpage saya: “Moga-moga anak kamu tidak terlantar ya..”. Padahal, saya berkantor dari rumah, dan justru bersyukur karena dengan begini lebih sering bertemu anak.

Sebagai DJ, saya lebih sering dapat job saat weekend. Saat keluar kota seperti Bandung, Bali dan Anyer pun Venka saya ajak. Bahkan saat meeting ke mall pun ia sering saya ajak.

Lebih miris saat orang memberi job, tapi hanya karena ingin mendekati saya. Dan karena saya memilih bersikap profesional, saya di-block dari order. Tapi itulah tantangannya, saya harus membuktikan bahwa profesi DJ yang identik dengan dunia malam, bisa menjadi sesuatu yang sangat positif asal dijalankan dengan penuh tanggung jawab – juga terhadap diri sendiri.

Profesi DJ sangat bisa dijadikan pilihan karir asal jangan untuk ‘gaya-gayaan’. Dan, sangat tergantung kesehatan kita. Saya sendiri berenang dan jogging, 20 x nonstop di kolam olympic size.

Cara memperkenalkan profesi ini ke anak?

Sejak hamil pun saya sudah ngidam perlengkapan DJ, mendengarkan lagu trance dan progressiveVenka grows up seeing mama as a DJ. Di sekolah, para mama teman Venka pun tahu profesi mamanya Venka, karena tiap pertemuan orangtua murid, saya tak pernah absen. Terharunya, saat saya ikut penganugerahan sebuah award, banyak guru dan mama di sekolah Venka support. Mereka ikut kirim SMS. Venka bangga dengan profesi mamanya.

Best mommyhood moment?

When I read to her.  Juga saat lagi ledek-ledekan.  Saya bangga karena Venka sangat mandiri dan dewasa. Juga saat  jemput sekolah, beli ice cream, nonton. Senangnya, sekarang saya punya tim manajemen yang solid. Jadi sehari-hari saya lebih fokus ke producing dan main sama Venka.

Harapan pribadi:

Membuat clothing label sendiri, dan dalam jangka panjang, club dan resto.

Harapan untuk Venka:

Tetap bisa maintain pribadinya yang sekarang, selamanya.

Moms Guide Indonesia juga sempat ngobrol dengan Venka, lho. Ini jawabannya:

3 kata yang menggambarkan Mommy?

Pretty mom, good mom, nice girl.

Favorite moment with Mommy?

I love Singapore and Bali with her, and everything.

Your birthday wishlist?

Sepatu roda.

Interview by Dian Pertiwi and Karmenita Ridwan. Written by Dian Pertiwi

 



Your Everyday Mom
8 Must Try Resto This Holiday
Ask Nina: Belajar Menerima Kekalahan
Dian Krishna, The Apprentice Asia & Persiapan Ramadhan